Sebuah perjalanan manusia penuh dengan banyak hal di luar nalar yang seringkali membuat kita semakin bersyukur kepada sang pencipta. Hal itu barangkali tentang sebuah pertemuanmu dengan orang-orang yang awalnya asing kemudian menjadi seseorang yang penting untuk berbagai hal. Tapi percayalah bahwa pertemuan termanis antara dua hamba adalah ketika doa-doa yang selalu terpanjatkan saling bertemu dan bertautan di Arsy sang maha pemilik. Sebuah pertemuan terindah adalah ketika penantian akan perasaan tersebut sudah menuai titik manisnya sebuah kesabaran.
Dandelions
Wednesday, June 30, 2021
Monday, January 4, 2021
Schemer
Seperti senja yang tidak pernah
lelah menepati janjinya. Seperti itulah aku. Akan terus menunggumu. Sesuatu
yang tak pernah aku tahu kapan akan selesai. Biarkan aku menjadi senja terindah
dalam hidupmu yang tak akan membuat matamu sakit melihatku dan tersenyum lebar
karena aku masih tetap di sana sata kamu datang padaku, kapanpun dan di ujung
dunia manapun. Senja tetaplah senja, indah di mana dan dari manapun kamu
mellihatnya. Kamu tahu pasti di mana dapat melihatku. Pergilah ke pantai yang
kamu sukai, di manapun itu dan kamu akan menemukanku tersenyum manis padamu.
Pergilah sejauh yang kamu mau, sebanyak tempat yang kamu inginkan. Pada saatnya
kamu akan tahu, ada aku yang menunggumu di ujung perjumpaan, ada aku yang
sedang menantimu di penghujung siang.
Sampai pada waktu itu tiba,
ketahuilah aku menunggumu dengan sabar di ujung sujudku, di ujung petangku, dan
di ujung malamku. Aku menantimu dengan sabar di setiap doaku, di setiap
kejadian, dan di setiap harapan atas doa-doa itu sendiri. Lakukanlah semua yang
ingin kamu lakukan sendiri. Saat waktunya telah tiba, maka libatkanlah aku
dalam setiap aktivitasmu dan semua perjuanganmu. Izinkan aku memiliki semua
luka dan bahagiamu.
Dari senja termanis yang kamu
miliki.
23 Desember 2020
Another Place, Another Story
Bogor,
Aku tidak
penah menyangka, perjumpaanku denganmu ternyata menjadi istimewa. Berawal dari
ketidak sengajaan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Aku mengenalmu, tidak jauh
dari 5 tahun yang lalu. Memulai dari hal yang paling sederhana, sampai akhirnya
sampai di titik yang luar biasa. Terima kasih untuk segala kebaikan yang bahkan
tidak berani aku harapkan. Terima kasih telah mengalir menjadi banyak inspiras
diri untuk berbagai keperluan. Atas rasa yang tak berani aku utarakan. Untuk
kata yang tak pernah berniat aku ungkapkan. Ada doa indah yang tak kamu tahu
yang sedang aku bisikkan pada Rabb ku. Bukan untuk meminta menjadi yang pertama
untukmu, tidak. Biarlah itu menjadi milik
ibumu. Aku hanya ingin menjadi yang terakhir. Terakhir yang menjadi awal untuk
banyak hal. Terakhir yang kemudian menjadi yang pertama untuk beberapa hal.
Teruntuk rasa
yang sangat kuat aku sembunyikan. Terima kasih telah bersembunyi dengan baik di
semua lini. Tetaplah di sana. Merunduklah seperti padi yang penuh terisi,
menguncuplah seperti bunga mawar di pagi hari, terbungkuslah seperi ketupat
yang belum sempat dimakan. Jika telah tiba waktunya untuk mekar, maka mekarlah
dengan cara terbaik yang telah di gariskan, mekarlah dengan cara baik yang
sudah dicontohkan. Hiduplah dengan penuh kebaikan dan keberkahan.
Dandelion~
24
Des 2020
Treffen Sebuah perjalanan manusia penuh dengan banyak hal di luar nalar yang seringkali membuat kita semakin bersyukur kepada sa...
