Wednesday, June 30, 2021


Treffen

         Sebuah perjalanan manusia penuh dengan banyak hal di luar nalar yang seringkali membuat kita semakin bersyukur kepada sang pencipta. Hal itu barangkali tentang sebuah pertemuanmu dengan orang-orang yang awalnya asing kemudian menjadi seseorang yang penting untuk berbagai hal. Tapi percayalah bahwa pertemuan termanis antara dua hamba adalah ketika doa-doa yang selalu terpanjatkan saling bertemu dan bertautan di Arsy sang maha pemilik. Sebuah pertemuan terindah adalah ketika penantian akan perasaan tersebut sudah menuai titik manisnya sebuah kesabaran. 

        Memberikan jarak untuk sebuah rasa yang tulus seharusnya tidak menjadi sebuah beban. Memberikan jeda untuk perasaan yang tetap terjaga seharusnya tidak menjadi sebuah masalah besar. Tetaplah hidup dengan banyak menengadahkan tangan. Semoga perjalanan indah dari doa-doa yang terus menanti dan kepercayaan pada sang Rabbi menjadi sesuatu alasan yang sangat patut untuk diperjuangkan.  

        Selamat datang di kisah perasaan orang dewasa yang hanya dengan mengetahui dia baik-baik saja sudah membuatmu lega. Selamat bergabung di kisah tulus sebuah rasa, yang ketika kamu mengetahui bahwa dia sehat-sehat saja tak perlu lagi kamu ingin mengetahui lebih daripadanya. Selamat datang di sebuah fase indah yang penuh dengan hiasan doa dan rengekan manja pada sang maha punya. 

        Selalu ingat nasihat Ali bahwa sesuatu yang telah ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatimu. Percayalah Allah telah mempersiapkan sesuatu yang indah di masa depan untuk orang yang terus mau memperbaiki diri dalam setiap langkahnya, selalu bersyukur di titik terlemahnya, serta selalu tersenyum seberat apapun masalahnya. Jangan lelah hanya untuk berdoa dan mengadukan setiap rasa dan pinta kepada sang maha mengabulkan doa-doa hambanya. 

        Selamat menikmati fase-fase indah dengan selalu berharap dan berdoa kepada Allah saja. Karena hamba tetaplah hamba, seberapa kuat kamu menyukainya ia akan sangat mampu membuatmu kecewa. Maka sukailah ia sebagai hamba dan biarkan rasa itu menuntunmu menjadi pribadi diri yang lebih baik dan lebih baik lagi. 

*dandelions

Rabu, 30 Juni 2021

Monday, January 4, 2021

 

Schemer 

Seperti senja yang tidak pernah lelah menepati janjinya. Seperti itulah aku. Akan terus menunggumu. Sesuatu yang tak pernah aku tahu kapan akan selesai. Biarkan aku menjadi senja terindah dalam hidupmu yang tak akan membuat matamu sakit melihatku dan tersenyum lebar karena aku masih tetap di sana sata kamu datang padaku, kapanpun dan di ujung dunia manapun. Senja tetaplah senja, indah di mana dan dari manapun kamu mellihatnya. Kamu tahu pasti di mana dapat melihatku. Pergilah ke pantai yang kamu sukai, di manapun itu dan kamu akan menemukanku tersenyum manis padamu. Pergilah sejauh yang kamu mau, sebanyak tempat yang kamu inginkan. Pada saatnya kamu akan tahu, ada aku yang menunggumu di ujung perjumpaan, ada aku yang sedang menantimu di penghujung siang.

 

Sampai pada waktu itu tiba, ketahuilah aku menunggumu dengan sabar di ujung sujudku, di ujung petangku, dan di ujung malamku. Aku menantimu dengan sabar di setiap doaku, di setiap kejadian, dan di setiap harapan atas doa-doa itu sendiri. Lakukanlah semua yang ingin kamu lakukan sendiri. Saat waktunya telah tiba, maka libatkanlah aku dalam setiap aktivitasmu dan semua perjuanganmu. Izinkan aku memiliki semua luka dan bahagiamu.

 

Dari senja termanis yang kamu miliki.

23 Desember 2020

 

 






 

Another Place, Another Story

 

Bogor,

Aku tidak penah menyangka, perjumpaanku denganmu ternyata menjadi istimewa. Berawal dari ketidak sengajaan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Aku mengenalmu, tidak jauh dari 5 tahun yang lalu. Memulai dari hal yang paling sederhana, sampai akhirnya sampai di titik yang luar biasa. Terima kasih untuk segala kebaikan yang bahkan tidak berani aku harapkan. Terima kasih telah mengalir menjadi banyak inspiras diri untuk berbagai keperluan. Atas rasa yang tak berani aku utarakan. Untuk kata yang tak pernah berniat aku ungkapkan. Ada doa indah yang tak kamu tahu yang sedang aku bisikkan pada Rabb ku. Bukan untuk meminta menjadi yang pertama untukmu, tidak. Biarlah itu menjadi  milik ibumu. Aku hanya ingin menjadi yang terakhir. Terakhir yang menjadi awal untuk banyak hal. Terakhir yang kemudian menjadi yang pertama untuk beberapa hal.

Teruntuk rasa yang sangat kuat aku sembunyikan. Terima kasih telah bersembunyi dengan baik di semua lini. Tetaplah di sana. Merunduklah seperti padi yang penuh terisi, menguncuplah seperti bunga mawar di pagi hari, terbungkuslah seperi ketupat yang belum sempat dimakan. Jika telah tiba waktunya untuk mekar, maka mekarlah dengan cara terbaik yang telah di gariskan, mekarlah dengan cara baik yang sudah dicontohkan. Hiduplah dengan penuh kebaikan dan keberkahan.

 

 


 

                                                                                                                                Dandelion~

                                                                                                                                24 Des 2020

Treffen             Sebuah perjalanan manusia penuh dengan banyak hal di luar nalar yang seringkali membuat kita semakin bersyukur kepada sa...