Monday, January 4, 2021

 

Schemer 

Seperti senja yang tidak pernah lelah menepati janjinya. Seperti itulah aku. Akan terus menunggumu. Sesuatu yang tak pernah aku tahu kapan akan selesai. Biarkan aku menjadi senja terindah dalam hidupmu yang tak akan membuat matamu sakit melihatku dan tersenyum lebar karena aku masih tetap di sana sata kamu datang padaku, kapanpun dan di ujung dunia manapun. Senja tetaplah senja, indah di mana dan dari manapun kamu mellihatnya. Kamu tahu pasti di mana dapat melihatku. Pergilah ke pantai yang kamu sukai, di manapun itu dan kamu akan menemukanku tersenyum manis padamu. Pergilah sejauh yang kamu mau, sebanyak tempat yang kamu inginkan. Pada saatnya kamu akan tahu, ada aku yang menunggumu di ujung perjumpaan, ada aku yang sedang menantimu di penghujung siang.

 

Sampai pada waktu itu tiba, ketahuilah aku menunggumu dengan sabar di ujung sujudku, di ujung petangku, dan di ujung malamku. Aku menantimu dengan sabar di setiap doaku, di setiap kejadian, dan di setiap harapan atas doa-doa itu sendiri. Lakukanlah semua yang ingin kamu lakukan sendiri. Saat waktunya telah tiba, maka libatkanlah aku dalam setiap aktivitasmu dan semua perjuanganmu. Izinkan aku memiliki semua luka dan bahagiamu.

 

Dari senja termanis yang kamu miliki.

23 Desember 2020

 

 






 

Another Place, Another Story

 

Bogor,

Aku tidak penah menyangka, perjumpaanku denganmu ternyata menjadi istimewa. Berawal dari ketidak sengajaan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Aku mengenalmu, tidak jauh dari 5 tahun yang lalu. Memulai dari hal yang paling sederhana, sampai akhirnya sampai di titik yang luar biasa. Terima kasih untuk segala kebaikan yang bahkan tidak berani aku harapkan. Terima kasih telah mengalir menjadi banyak inspiras diri untuk berbagai keperluan. Atas rasa yang tak berani aku utarakan. Untuk kata yang tak pernah berniat aku ungkapkan. Ada doa indah yang tak kamu tahu yang sedang aku bisikkan pada Rabb ku. Bukan untuk meminta menjadi yang pertama untukmu, tidak. Biarlah itu menjadi  milik ibumu. Aku hanya ingin menjadi yang terakhir. Terakhir yang menjadi awal untuk banyak hal. Terakhir yang kemudian menjadi yang pertama untuk beberapa hal.

Teruntuk rasa yang sangat kuat aku sembunyikan. Terima kasih telah bersembunyi dengan baik di semua lini. Tetaplah di sana. Merunduklah seperti padi yang penuh terisi, menguncuplah seperti bunga mawar di pagi hari, terbungkuslah seperi ketupat yang belum sempat dimakan. Jika telah tiba waktunya untuk mekar, maka mekarlah dengan cara terbaik yang telah di gariskan, mekarlah dengan cara baik yang sudah dicontohkan. Hiduplah dengan penuh kebaikan dan keberkahan.

 

 


 

                                                                                                                                Dandelion~

                                                                                                                                24 Des 2020

Treffen             Sebuah perjalanan manusia penuh dengan banyak hal di luar nalar yang seringkali membuat kita semakin bersyukur kepada sa...